Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain

By | September 7, 2019
Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain| Rajangocok.com

Cerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain| Rajangocok.com

RajaNgocokCerita Dewasa Tante Nita Beda Dengan Tante Lain – Kejadian hubungan saya dengan Tante Nita sudah lewat hampir 1 bulan, dan selama itu pula kami tidak pernah lagi melakukan hubungan badan. Dalam pikiran saya, mungkin Tante Nita sudah memahami kekhilafannya, dan saya juga harus bisa melupakan kejadian tersebut dan mempertimbangkan jika kejadian itu tidak pernah terjadi. Karena pada dasarnya saya juga merasa malu pada diri saya sendiri, tetapi dilain pihak saya juga senang nikmat persetubuhan kami. Mungkin perasaan ini jugalah yang ada di hati Tante Nita.

Seperti biasa, saya jika sedang bernafsu sering saya lampiaskan pada film porno dan tentu saja akan berakhir dengan perjanjian. Jika setiap habis menonton film porno, saya sering membayangkan sangat ingin menikmati tubuh Tante Nita kembali.

Pada suatu sore, kompilasi saya sedang menikmati film porno dan sangat ingin melakukan hubungan seks, (mungkin ada seseorang yang pernah menikmati nikmatnya hubungan seks, akan sulit untuk melupakannya) tiba-tiba berdering telepon dan segera membuatku terhentak seketika dan dengan banyak mengomel saya bangkit dan jawab teleponnya (pembicaraan yang dapat dilakukan jika kita sedang menikmati sesuatu, terus ada yang menarik)
Mencari Google Artikel Berat Saya Menjawab, “Halo .., mau cari siapa ..?”
Lalu terdengar Suara Seorang wanita, “Saya Ingin Mencari Endy, Endynya ADA ..?”
Mencari Google Artikel Sedikit rasa Ingin tahu, Saya jawab, “Yah , Saya Endy, ada siapa yach ..?

Kemudian terdengar suara yang agak genit tapi sangat mendengarkan, “Hayo .., sudah lupa yach sama saya, padahal belum juga satu bulan ..!”
Hati saya langsung berdebar-debar, lalu saya bertanya kembali, “Disana Tante Nita yach ..?
Dan terdengar suara,“ Emangnya kamu pikir sapa, sembarangan aja ..!
Lalu aku pun berkata,” Ada yang butuh apa Tante ..?
Dengan pelan tapi agak kesal, Tante Nita berkata,“ Kamu kayak nggak tau aja, rumah tante lagi sepi nih, selain itu tante lagi pengen nih, kamu bisa khan nolongin tante ..?
Dengan sedikit jahil aku bertanya lagi,” Nolongin apa tante ..?
Tante Nita yang mungkin sudah kesal sekali, lalu bertanya, “Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sich, udah hampir satu bulan nich .. kamu mau nggak mau kesenangan kayak waktu itu ..?”

Dalam hati, tentu saja saya sudah sangat berharap karena selain rangsangan dari film porno yang saya tonton, saya juga tidak puas akan dipelihara.
Lalu aku berkata, “Tante tunggu yach, aku segera kesana, paling cuman 10 menitan.”
Dan Tante Nita menjawab, “Yach udah .., capai yach, tante tunggu nih ..!”

Dalam 10 menit, saya sudah tiba di rumah Tante Nita, dan ternyata Tante Nita sudah menunggu saya di depan Wisma, terlihat Tante Nita memakai setelan piyama. Lalu kami pun masuk ke dalam rumah dengan nafas terengah-engah.
Saya berkata, “Tante ini bikin capek saya aja ..!”
Dan dengan agak manja, Tante Nita berkata, “Masak gitu aja capek, tapi kamu juga bisa enaknya khan, kamu ini juga kok juga panggil tante, khan udah dibilang panggil aja dengan Nita, gimana sech ..! ”
Dengan tertunduk saya berkata,“ Iya juga sech, saya lupa tante .. eh .. Nita maksud saya. ”

Lalu saya masuk ke dapur dan minum. Tante Nita punah. Sesudah meminum habis air dalam gelas, saya segera menarik Tante Nita dan memeluknya. Dengan manja Tante Nita berusaha melepaskan peluksan saya, tetapi saya segera mendaratkan ciuman saya ke bibirnya. Tante Nita terlihat sangat menikmatinya dan mulai membalas ciuman saya dengan mengigit pelan lidah saya, tetapi saya juga memenangkan balasan ciumannya. Agen Judi Online

cerita seks – Kami berciuman hampir 3 menit, lalu saya melepaskan ciuman saya dan bertanya, “Nit, saya bole nanya nggak ..?”
“Yach .., nanya aja, emang bertanya ..? jawab Tante Nita.
Lalu saya berkata kembali, “Kalo bole tau, kamu pake celana dalam warna apa hari ini ..?”
Dan Tante Nita berkata, “Eh kamu .. memalukan, masak nanya hal yang gituan ..?”
Saya berkata lagi, “Masak nggak bole sich ..? ”
Tante Nita berkata,“ Yach udah .., kamu lihat aja sendiri ..! ”
Lalu tangan saya mulai bergerilya di seluruh wilayah dengan melihat ke bawah dan dengan perlahan saya mulai membuka celana piyama dan telihat menggunakan Tante Nita beli CD warna putih dan terlihat bayangan kehitam-hitaman di sekitar lipatan diambil.

Lalu Tante Nita berkata, “Nah udah tau khan, kok masih diam aja, kayak ngak pernah gituan aja ..!”
Dengan tersenyum saya lalu mengendong Tante Nita segera menuju kamarnya.
Tante Nita berkata, “Kamu ini kok nggak sabaran sech ..?”
Sampai di kamarnya, aku membaringkan Tante Nita ke tempat tidur dan segera membuka pakaian serta celana saya, sehingga aku hanya tinggal memakai CD. Saat terlihat saat publikasi saya sudah menegang. Lalu aku segera mencium bibir Tante Nita, sementara tanganku mulai aktif bekerja meremas payudara Tante Nita. Kemudian saya pun membuka baju Tante Nita, jadi tampaklah payudara Tante Nita yang masih terbungkus oleh BH yang berwarna putih juga (dalam pikiranku mungkin BH dan CD Tante Nita adalah satu set, sehingga tampak sangat serasi).

Lalu tangan saya mulai bergerak ke belakang untuk mencari kait dan membuka BH-nya tante, tetapi dengan tersenyum Tante Nita berkata, “Ini model baru Ndy .., kaitnya di depan.”
Dan tangan Tante Nita sendiri yang membuka kait BH-nya, Jadi tampaklah oleh saya payudara Tante Nita yang masih kencang. Saya segera menenggelamkan wajah saya ke dalam payudaranya. Dengan gerakan meremas dan mulut saya menghisap putingnya, Tante Nita mulai terangsang, ini terlihat dari erangan Tante Nita.
“Uuh .. enak sekali .. terus Ndy .. ehmm ..”

Lalu tangan saya mulai bergerak ke bawah, masuk ke dalam celananya dan mulai membuka bagian di sekitar selangkangannya, hanya dari luar celana itu.
Lalu tante berkata dengan sedikit tertekan, “Ndy .. tante nggak tahan lagi nih ..!”
Tanpa berpikir panjang lagi, aku segera melepaskan celana lagi CD Tante Nita, karena nafsu aku juga telah memuncak. Lalu terlihatlah ayam Tante Nita yang ditumbuhi bulu-bulu yang terawat dengan rapih.

Kepala saya segera turun dan segera memulai Tante Nita.
Terdengar Tante Nita menjerit, “Aduh Ndy .., nikmat sekali .. terus .. tante enak nikmat terus Ndy .. eh .. uh .. ahh ..”
Tiba-tiba tubuh Tante Nita mendorongang dan mengangkat pinggangnya terangkat ke atas. Saya mengerti jika Tante Nita sudah hampir mencapai klimaksnya, tetapi saya segera membatalkan permainan saya, sehingga terlihat jika Tante Nita sangat kecewa dan berkata, “Kamu kok gitu sech Ndy ..!”
Saya bertanya lagi, “Nit, nanti saya akan memberikan kenikmatan yang sebenarnya, tapi sekarang kamu harus meluruskan kembali dulu adikku ini ..! ”

Tante Nita. Tante Nita nampak sangat pembohong dan segera memakannya habis, terlihat jika saya menelan penuh Tante Nita. Dengan gerakan menghisap, Tante Nita berhasil membuat pertarungan aku sudah dalam keadaan siap tempur dan sudah dalam ukuran yang maksimal.

Lalu Tante Nita menyuruhku untuk mengaktifkanku, lalu aku pindah ke tubuhku dan menimpa tubuh Tante Nita. Saya mengalihkan pembunuhan saya ke lubang pembunuhan Tante Nita. Dengan pelan tapi pasti, saya mulai melemparkan kemaluan saya ke dalam lubang Tante Nita. Karena sudah basah oleh ludah Tante Nita dan pembunuhan Tante Nita sudah basah oleh cairan kemaluannya, sehingga memudahkan pembunuhan saya, masih terasa sakit di sekitar kepala gusi saya.
Tante Nita mulai menjerit dengan tertahan, “Aduh .. duh .. sakit .. Ndy .. teruskan .. uh .. ah .. ehm .. tapi nikmat dulu ..!”
Karena ingin segera mencapai klimaksnya, saya pun segera membenamkan habis Tante Nita.

Kemudian saya segera melanjutkannya dengan gerakan naik turun, sedangkan Tante Nita berusaha mengimbangi permainan saya dengan gerakan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Dan akhirnya 5 menit, kemudian Tante Nita menjerit dan memulai menilai saya, kemudian mulai menendang ke atas.
“Ndy .. aku sampai nih .. ah .. uh .. uh .. ehs .. nikmat sekali ..!” Desahnya tahan kenikmatan.
Sementara memindahkan tidak karuan dan mencakar punggung saya, tetapi saya sudah tidak mempedulikannya lagi dan terus memompa kemenangan saya ke dalam lubang surgawi Tante Nita.

Selang beberapa detik kemudian, saya akan menemukan sesuatu yang akan meledak, dan saya akan segera tiba.
Lalu saya berkata, “Nita, tahan .., membuka lagi saya segera keluar ..!”
Saya mengerang, “Uuh .. uh .. enak sekali, sungguh enak sekali.”
5 detik kemudian, saya pun menghujani pembicaraan Tante Nita dengan siraman air sperma saya dan saya merasakan cairan dalam Tante Nita dan dinding Tante Nita menjadi agak licin.
Saya tahu Tante Nita dan saya sudah mencapai orgasme bersamaan dan terdengar jeritan, “Uuh .. Ndy .. enak sekali .. tante sampai .. uh ..!”

Setelah mencapai orgasme, saya jatuh tertidur di samping Tante Nita.
Tante Nita berkata, “Terima kasih Ndy .. tante puas sekali .., sudah lama tante nggak puas puas seperti ini ..!”
Lalu aku tersenyum dan berkata, “Aku juga puas tante, senang tante nikmat, senang aku puas Nit. .! ”
Kemudian kami pun saling berpelukan dan berciuman kembali.

Setelah hampir setengah jam, kami mengulangi permainan seks kami, hanya kali ini Tante Nita berada di atas, sedangkan saya di bawah. Permainan ini hanya berlangsung sekitar 5 menit, karena kami masing-masing sudah bosan di permainan yang pertama, jadi di permainan kedua ini kami dapat menggunakan senikmat permainan pertama. Setelah lelah dan tertidur, tidak sadar hari sudah pegal, maka segera saya siapkan diri dan ingin segera pulang ke rumah. Tante Nita mengantar saya sampai ke rumah
Dia berkata, “Endy .., tante puas hari ini ..!”
Saya berkata membalasnya, “Saya juga tante, tante hebat sekali ..!”

Dengan tersipu, Tante Nita berkata, “Kapan-kapan kita lanjutkan lagi ..?”
Saya menjawab, “Iya Nita, saya akan dengan senang hati melayanimu, soalnya kamu hebat selamat ..! Saya suka deh ama kamu .. ”
Tante Nita berkata lagi,“ Iya, kalo kamu ingin, kamu bisa kok telepon tante, nanti kita bisa cari tempat yang aman, soalnya tante juga malu khan kalo setiap hari tante aja yang minta ..! ”
Lalu aku berkata lagi, “Iya dech tante .., nanti kalo aku pengen, tante harus siap loh ..!”
Dengan senyuman, Tante Nita menganggukkan jangan.

Saya kembali memeluk Tante Nita dan menciumnya, sementara tanganku bergerak ke arah Selangkangannya dan menggosoknya.
TAPI Tante Nita Berkata, “Udah donk Ndy .. Tante malu nih digituin Terus ..!”
TAPI Saya Terus Saja memainkan kemaluan Tante Nita Dan Berkata, “Malu apanya tante, Saya also udah PERNAH lihat ama Menikmati Seluruh Tubuh tante kok, tante also suka khan ..? ”
Sambil tertunduk, Tante Nita berkata,“ Aah .. udahlah .. lain kali aja deh, aku berjanji pasti akan terus memberikan kenikmatan yang lebih ama kamu, udah dech yang lain udah mo pulang tuh ..! (maksudnya keluarga Tante Nita) Kamu harus segera balik tuh ..! ”
Lalu aku mengiyakannya dan segera melepaskan ciuman dan pelukan serta tanganku dari selangkangan Tante Nita.

Hubungan kami berlansung lama dan hampir 2 tahun. Kami selalu berhubungan dengan diam-diam dan saya selalu puas dengan permainan Tante Nita. Sementara Tante Nita juga sebaliknya puas puas akan permainan kami, tapi kami selalu melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tradisional dan tidak pernah mencoba gaya-gaya yang lebih sulit, seperti gaya anjing, 69 atau yang lainnya.

Belakangan ini, dari cerita Tante Nita, saya tahu jika mempertimbangkan (papa teman saya) memiliki istri simpanan di luar, sehingga Tante Nita perlu sering dilepas dan kebutuhan batinnya tidak pernah tercukupi.

Setelah hubungan yang lama, saya mulai merasakan jika saya menyukai Tante Nita, tetapi saya tidak tahu apakah saya mencintainya atau hanya perasaan karena kami sering berhubungan intim.

PERNAH Sekali Saya mengutarakannya, TAPI Tante Nita Memberi Penjelasan, “Kamu Penyanyi Hanya terbawa Perasaan, Diantara kitd Memang ADA rasa Suka, TAPI TIDAK PERNAH saling Mencintai, kitd Hanya Membutuhkan masing-masing untuk review Memuaskan Kebutuhan kitd ..!”
Dan Saya Mulai mengerti kalau hubungan ini tidak akan berlangsung lama. Setelah saya melanjutkan pendidikan saya di luar kota, saya mulai jarang kembali ke kampung halaman saya. Tapi sekarang saya kembali, saya dan Tante Nita selalu mencari peluang untuk melakukan hubungan seks kami.

Cerita ini merupakan pengalaman nyata yang bukan alami. Meskipun dalam cerita ini, cerita seksnya kurang dominan, tetapi saya ingin berbicara tentang konflik batin yang terjadi dan pertentangan-pertentangan dalam diri kita. Terima kasih atas perhatiannya, saran dan kritik saya tunggu di email saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *